Resensi Buku : Berbohong Demi Perang

Ini adalah salah satu contoh resensi buku. Saya suka membaca buku ini dan akhirnya saya resensi karena ketertarikan mencari informasi tentang invasi AS ke Iraq yang tak jelas alasannya dan tidak pernah terbukti kesalahannya. Buku ingin menelusuri dokumen milik  Pemerintah Inggris dan AS yang dijadikan dasar invasi ke Iraq. Mengungkap siapa dan apa motif dibalik pembuatan dokumen tersebut dan apakah memang benar bahwa yang membuat laporan itu adalah Badan Intelijen Ingggris atau didapat dari pihak lain.

Dalam buku BERBOHONG DEMI PERANG ini dijelaskan tentang fakta-fakta yang terjadi dalam invasi AS ke Irak. Buku ini juga membahas tentang ketidaklogisan dan keraguan-keraguan terhadap laporan badan Intelijen dalam memberikan laporan tentang senjata pemusnah massal  (Weapon of Mass Destruction) yang menurut mereka disembunyikan oleh Saddam Hussein -Presiden Irak– dan rezimnya.

Buku ini mencoba memaparkan dan mendeskripsikan segala bentuk kebohongan AS dan Inggris dalam tindakan invasinya ke Irak yang tidak didasari oleh bukti yang kuat yang tidak sesuai dengan etika dalam perang.  Fakta yang menurut pandangan AS dan fakta yang ada di lapangan dibahas tuntas dalam buku ini. Buku ini memaparkan 30 kebohongan yang dilakukan duo Bush – Blair ke Negeri Seribu Satu Malam itu.

 

RESENSI BUKU :

BERBOHONG DEMI PERANG


Oleh :

ADMIN MBACEM

xxxxxxx

SASTRA MBACEM

FAKULTAS ILMU MBACEM

UNIVERSITAS BACEMAN

2011

 

DAFTAR ISI

  1. Halamn Depan………………………………………………………1
  2. Daftar Isi…………………………………………………………….2
  3. Pengantar……………………………………………………………3
  4. Pendahuluan…………………………………………………………4
  5. Isi Buku……………………………………………………………..
  6. Evaluasi Buku…………………………………………………………
  7. Penutup………………………………………………………………
  8. Daftar Pustaka………………………………………………………

KATA PENGANTAR

Puji syukur yang sebesar – besarnya kepada Allah SWT atas semua berkah, rahmat dan karunianya sehingga tugas resensi buku  dapat diselesaikan dengan baik.

Dalam proses penyusunan tugas resensi buku ini saya telah banyak mendapatkan pengetahuan dan wawasan dari buku yang telah saya baca, yaitu Berbohong Demi Perang. Dalam buku yang ditulis oleh Elba Damhuri ini, tidak hanya membahas mengenai perang Iraq saja, tetapi juga memaparkan tentang kejanggalan-kejanggalan dibalik invasi Amerika ke Irak..

Saya menyadari bahwa penulisan resensi buku ini tidak lepas dari kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Segala kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk menyempurnakan resensi buku ini.

Akhir kata, saya berharap semoga resensi buku ini dapat memberikan manfaat dan berguna bagi semua pihak,terutama pihak yang tertarik terhadap politik..

Surabaya, 25 November 2008

Admin Mbacem

xxxxxxxx

 

BAB II

PENDAHULUAN

2.1 Identitas Buku

2.1.1 Identitas Pengarang

Elba Damhuri lahir pada tanggal 20 Januari 1974 di pinggiran Jakarta, tepatnya di Bekasi bagian timur. Menempuh pendidikan dasarnya di SDN 1 Bekasi Timur, kemudian melanjutkan ke SMP Ananda Bakasi, lalu SMAN 1 Bekasi. Mengambil kuliah ilmu komunikasi di fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung ( Unisba ) pada tahun 1993 dan selesai tahun 1998. Jurusan yang diambil Ilmu Hubungan Masyrakat. Sempat berguru di Goethe Institut Bandung selama enam semester untuk belajar bahasa negeri kelahiran Hitler dan Wolfgang van Goethe itu.

Usai kuliah, langsung bergabung dengan Republika sebagai wartawan tahun 1999. Perjalanan jurnalistiknya dimulai dari liputan kriminal, mingguan, politik, ekonomi, olahraga, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta hiburan. Dari semua itu, Penulis lebih banyak menghabiskan waktu liputannya pada seputar masalah ekonomi, menyangkut energy, minyak, pertambangan, pasar modal, tenaga kerja, dan sector riil lainnya. Dipercaya juga sebagai redaktur halaman luar dikoran itu.

Selama menjadi penanggungjawab halaman luar, Penulis terus mengikuti perkembangan yang terjadi di Irak, sejak sebelum invasi sampai berakhirnya perang. Buku pertamanya yang telah diterbitkan berjudul “ Dibalik Invasi AS ke Irak “ yang ditulis Maret 2003. Ini merupakanbuku kedua penulis memasuki akhir tahun 2003.

2.1.2 Judul Buku

Judul buku      :           BERBOHONG DEMI PERANG

Penulis             :           Elba Damhuri

Penerbit           :           Senayan Abadi Publishing

Cetakan           :           1 / Desember 2003

Halaman          :           280 halaman

2.1.3 Topik Utama

Dalam buku BERBOHONG DEMI PERANG ini dijelaskan tentang fakta-fakta yang terjadi dalam invasi AS ke Irak. Buku ini juga membahas tentang ketidaklogisan dan keraguan-keraguan terhadap laporan badan Intelijen dalam memberikan laporan tentang senjata pemusnah massal  (Weapon of Mass Destruction) yang menurut mereka disembunyikan oleh Saddam Hussein -Presiden Irak– dan rezimnya.

Buku ini mencoba memaparkan dan mendeskripsikan segala bentuk kebohongan AS dan Inggris dalam tindakan invasinya ke Irak yang tidak didasari oleh bukti yang kuat yang tidak sesuai dengan etika dalam perang.  Fakta yang menurut pandangan AS dan fakta yang ada di lapangan dibahas tuntas dalam buku ini. Buku ini memaparkan 30 kebohongan yang dilakukan duo Bush – Blair ke Negeri Seribu Satu Malam itu.

Bagian pentama buku ini mencoba menelusuri dokumen milik pemerintah AS dan Inggris yang dijadikan dasar invasi itu : Siapa yang membuat dan apa motif di balik pembuatan dokumen tersebut? Apa memang betul Intelijen Inggris yang mendapatkannya atau didapat dari pihak lain.

Bagian kedua buku ini berusaha memaparkan perjalanan terbongkarnya kebohongan tersebut sampai kematian Kelly yang sangat memahami perihal senjata pemusnah massal Irak.

Bagian ketiga buku ini, Penulis berusaha memaparkan kondisi Irak pascainvasi.

Yang dipaparkan dalam buku ini lebih layak disebut sebagai laporan jurnalistik karena penulis adalah seorang wartawan.

2.1.4 Tujuan Pengarang Menulis Buku

1. Mencoba memaparkan dan mendeskripsikan segala bentuk kebohongan AS dan Inggris dalam tindakan invasinya ke Irak yang tidak didasari oleh bukti yang kuat,

2. Mengungkapkan 30 kebohongan AS dan Inggris dalam invasi ke Irak,

3. Memaparkan aktor-aktor di balik invasi AS dan Inggris ini,

4. Memberikan informasi kepada pembaca tentang perang Irak dengan data-data yang Penulis peroleh dari studi data-data yang ada di lapangan,

5. Mencoba untuk membeberkan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang dilakukan AS dan Inggris yang tidak sesuai dengan kode etik sebuah peperangan.

2.1.5 Cover Buku


BAB III

ISI BUKU

3.1         Bagian Pertama :

Menelusuri dokumen milik  Pemerintah Inggris dan AS yang dijadikan dasar invasi ke Iraq. Mengungkap siapa dan apa motif dibalik pembuatan dokumen tersebut dan apakah memang benar bahwa yang membuat laporan itu adalah Badan Intelijen Ingggris atau didapat dari pihak lain.

a) Gambaran Umum

“Menyerang lebih dulu” yang dipegang teguh oleh Presiden Bush lah yang melatarbelakangi invasi ke Iraq karena trauma atas keruntuhan menara kembar WTC. Mereka berdalih bahwa tujuan mereka adalah untuk mengoptimalkan tindakan melawan terorisme. Mereka mengatakan bahwa Iraq memiliki senjata pemusnah massal ( Weapon Of Mass Destruction ) yang dapat membahayakan umat manusia, namun sampai saat ini tuduhan itu belum terbukti. Kedua Negara itu tidak peduli dengan kecaman PBB dan mengatakan bahwa asumsi mereka tentang senjata massal itu benar dan merupakan fakta yang ada di lapangan. Untuk memperkuat bukti-bukti kepemilikan senjata pemusnah, Inggris pun mengeluarkan dokumen yang memperkuat tuduhan itu. Data-data yang dipaparkan, menurut Perdana Menteri Inggris Tony Blair, benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tim Inspeksi Senjata PBB – Dimitris Perricos – mengatakan bahwa Iraq tidak lagi memiliki senjata pemusnah massal yang menurut AS dan Inggris bisa aktif dalam 45menit. Tudingan dokumen itu direkayasa pun mengemuka. Menyusul kematian ahli senjata pemusnah Iraq dan microbiologi, David Kelly, yang mengemukakan kebohongan dalam pembuatan dokumen invasi ke Iraq. Pemerintah  Inggris disorot sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian Kelly dan rekayasa dokumen itu. Satu per satu kebohongan itu mulai terkuak. Mulai dari senjata kimia dan biologi, nuklir, pipa alumunium, sampai senjata pemusnah yang bisa aktif dalam 45menit itu. AS juga memberikan pernyataan yang hanya berisi kebohongan saja bahwa Iraq membeli Uranium dari Niger dan Negara Afrika lainnya. Tapi tidak ada bukti yang otentik di lapangan. Dalam hal ini kedua Negara Adidaya itu – AS dan Inggris – tidak menerapkan kode etik dalam perang. Perang bisa dilakukan jika ada bukti yang otentik dari lapangan dan disetujui oleh PBB.

b) Tabir  yang Mulai Terkuak

Tiga bulan sebelum invasi, Presiden George W. Bush berbicara didepan kongres dan dengan lantang membeberkan bukti-bukti tentang kepemilikan senjata pemusnah massal oleh Iraq. Dari laporan intelijen yang “terpercaya” dan “tak terbantahkan”, Bush menegaskan Iraq memiliki senjata pemusnah yang aktif dalam 45menit. Bush juga mengatakan bahwa Iraq telah membeli Uranium dalam jumlah banyak dari Niger dan telah membeli pipa/tabung alumunium yang besar yang diidentifikasi sebagai bagian dari program senjata nuklir. Akhirnya invasi pun dilakukan. Rakyat AS dan anggota kongres pun bangga atas keputusan menjajah Iraq.

Waktu berjalan, bukti tentang kejanggalan invasi pun terkuak. Mantan Dubes – Joseph Wilson – mengungkapkan dalam pertemuan kongres bahwa tidak ada bukti pembelian Uranium dan pipa alumunium itu.

DAFTAR KEBOHONGAN AS dalam INVASI ke IRAQ :

  1. Iraq memiliki senjata pemusnah massal yang menjadi ancaman AS dan kedamaian dunia berdasarkan data-data intelijen yang mereka miliki.
  2. Saddam Husein berusaha membeli Uranium dalam pembuatan senjata nuklir dari Niger dengan jumlah yang banyak. Niger tidak membenarkan tuduhan itu, karena Niger tidak pernah menjual Uranium kepada Iraq.
  3. Pembelian pipa alumunium untuk pembuatan senjata nuklir yang ternyata dengan adanya bukti yang terkuat, pipa alumunium itu untuk pembuatan roket altileri biasa.
  4. Senjata pemusnah massal Iraq disembunyikan di Syuri’ah. AS menuduh Iran dan Syuri’ah sebagai penadah senjata Iraq tanpa bukti apapun.
  5. Saddam terkait dengan jaringan Al-Qaidah pimpinan Usama Bin Ladin. AS juga menuduh ada tempat latihan Al-Qaidah di Iraq. Lagi-lagi tuduhan itu tanpa bukti dan memang sampai saat ini tidak terbukti.
  6. AS ingin demokrasi di Timur Tengah. Demokrasi menjadi alas an akhir AS dalam invasi ke Iraq karena tidak adanya alasan kebohonhan lagi.
  7. Achmad Chalabi dan Kongres Nasional Iraq ( INC ) muncul dari keinginan rakyat Iraq, buakn disponsori dan disokong AS.
  8. AS memerangi terorisme. Lagi-lagi tidak terbukti kalau Iraq adalah sarang teroris. AS tidak menyebut bahwa Israel adalah kaum teroris, padahal jelas bahwa Israel mencaplok tanah bangsa lain. Israel telah melakukan intimidasi kepada rakyat Palestina, termasuk anak-anak dan orangtua. Padahal dalam sebuah perang, anak-anak dan orangtua tidak boleh diserang.
  9. AS mengaku mendapat dukungan banyak negara (40 negara) dalam invasi itu.

10.  Bush mengatakan bahwa dokumen itu akurat tetapi negara-negara lain tidak boleh tahu.

11.  Perang untuk melindungi warga sipil.

12.  Penjarahan benda-benda berharga tidak diantisipasi.

13.  Saddam berencana memberikan senjata pemusnah massal kepada kaum teroris.

14.  Pemerintahan George W. Bush ingin menciptakan negara Palestina yang damai.

15.  Tersangka teroris dibebaskan.

16.  Rakyat Iraq menyambut kemenangan AS di Iraq.

17.  Tak ada bisnis antara Bush dan Cheney dalam pemulihan Iraq.

18.  Bush mengatakan “ Sekarang, rakyat Iraq bebas dari belenggu ketidakadilan”

19.  Tuhan berkata pada Bush untuk menjajah Iraq.

20.  AS dan Inggris mengatakan bahwa Iraq melanjutkan produksi senjata nuklir.

21.  AS dan Inggris mengatakan bahwa Iraq punya senjata pemusnah yang akti dalam 45menit.

22.  Iraq punya laboratorium mobil untuk embuat senjata kimia dan biologi.

23.  Iraq sengaja menyembunyikan senjata pemusnah ketika Tim Inspeksi PBB datang.

c) Bermainnya Tangan Israel

Seluruh catatan dalam dokumen yang menjadi landasan invasi ke Iraq rupanya digodok dan dimantapkan di Israel. Israel adalah negara kaum Yahudi yang ingin menguasai tanah Palenstina. Untuk menguasai itu mereka harus memusnahkan musuh-musuh meraka  yang mendukung keadilan Palestina yaitu negara Iran , Iraq, dan Syuri’ah meskipun dengan kekerasan.

3.2          Bagian Kedua

a) David Kelly sang kunci

David Kelly – seorang sarjana pertanian dan mikrobiologi – memberikan pengakuan tentang kebohongan-kebohongan data intelijen Inggris soal senjata pemusnah massal Iraq. Keyakinan dunia atas kelicikan dan kepicikan Bush – Blair semakin jelas. Akhirnya Kelly menjadi orang yang paling dicari dan diburu oleh pemerintah Inggris. Setelah memberikan pernyataan seputar kebohongan di balik dokumen intelijen kepada wartawan, Kelly di undang ke kongres Inggris dan Kelly memberikan bukti-bukti kebohongan dokumen itu. Setelah itu, esoknya Kelly ditemukan tewas dibelakang kebun miliknya.

b)    Penyelidikan Hutton

Setelah kematian Kelly didekat rumahnya, dilakukanlah penyelidikan tentang kematiannya oleh hakim senior ,Baron Hutton. Hutton menyelidikiperan dan pemahaman Kelly dalam menyusun dokumen tentang senjata pemusnah massal  yang kemudian direkayasa. Akhirnya ditemukan dalam email dari salah satu pejabat pers di Downing street – Daniel Pruce – “ Dokumen September harus bisa mencitrakan Saddam sebagai orang jahat”. Email ini melemahkan Blair dan masyrakat menyalahkan Blair terlibat dalam kematian Kelly. Reputasi PM Blair semakin memburuk. Andrew Wilkie – Intelijen Australia – yang mengetahui kebohongan laporan intelijen tentang senjata pemusnah massal akhirnya mengundurkan diri karena adanya kelicikan di dalam pemerintahan dan pengungkapan kasus kematian Kelly.

c) BBC  Vs Downing street

BBC lah yang akhirnya mengungkapkan bahwa sumbernya ( Kelly )yang memberinya informasi tentang rekayasa laporan intelijen setelah BBC didesak oleh pemerintah Inggris. Dunia berterima kasih kepada BBC yang mempertaruhkan segalanya untuk membongkar kebohongan dokumen yang menyebabkan kehancuran salah satu pusat peradaban dunia. Begitu pun kepada Kelly, seorang ilmuwan yang telah menjadi dasar dari terkuaknya kebohongan AS dan Inggris. Keteguhan moralitasnya menjadi pelajaran penting bagi negara-negara besar untuk tidak menilai ilmuwan dengan nilai uang semata. Kelly telah membuktikan bahwa persoalan moral lebih diatas segalanya, termasuk hasrat untuk mencaplok sebuah negara.

d) Laporan wartawan

  • Andrew Gilligan

Mengatakan bahwa sumbernya mengetahui rekayasa dokumen sebagai dasar menyerang Iraq dan atas permintaan presiden Blair untuk diperbarui sehingga lebih menarik. Akhirnya ditambah kata-kata “ senjata pemusnah massal yang aktif dalam 45menit”. Itu hanya karangan parlemen saja. Yang akhirnya diketahui bahwa sumber itu adalah “Kelly“

  • Gavin Hewitt

Sumbernya mengatakan bahwa Parlemen ( Downing Street ) menambah beberapa hal dalam dokumen itu.

  • Susan Watts

Malcolm Savidge mengatakan bahwa kita diarahkan pada perang yang salah. Sebuah negara yang tidak salah menjadi korban kepicikan PM Blair.

3.3          Bagian Ketiga

a) Masih ada perlawanan

Jumlah prajurit koalisi pimpinan AS yang tewas setelah invasi lebih banyak daripada saat invasi. Ini menandakan bahwa rakyat Iraq tidak senang dengan kedatangan dan kemenangan pasukan koalisi AS. Para prajurit asing (luar Iraq) yang ikut membantu pejuang Iraq. Mereka berasal dari Iran, Jordania, Suriah, Indonesia, Malaysia, Filiphina, dan lainnya. AS menudu h Saddam mengebom Masjid Imam Ali, tapi sungguh bodoh bila Sadddam melakukan peledakan itu dimana kaum syi’ah berkumpul. Sebagai ahli strategi, Saddam tidak akan melakukan itu. Pengamat Iraq menilai bahwa sebenarnya suruhan AS lah yang mengebom masjid itu untuk mengadu domba rakyat Iraq.

b) Gonjang-Ganjing Biaya Rekonstruksi Iraq

Untuk pengeluaran militer rutin AS dan Inggris dalam biaya rekonstruksi Iraq pasca invasi, mereka harus merogoh kocek hingga Rp. 8,5 triliun per minggu. Dan hampir separuh tentara Amerika dan alat tempur tersebar di hampir seluruh belahan dunia. Mereka berada di status siap tempur.

3.4          Bagian Keempat

a) Proyek  Abad Baru

AS tidak hanya ingin menjadi penentu perdamaian dunia dan menciptakan dunia yang patuh kepada kepentingan mereka, tetapi AS juga berperan aktif dalam mendorong terciptanya negara Israel di tanah Palestina dan menginginkan negara-negara lain mengikuti skenario yang mereka tawarkan dan AS harus mengontrol sumber-sumber energy dunia. Pemikir Neokonservatif membuat laporan tentang “  Project  for a New America Century  (PNAC)” yang telah mereka siapkan sejak tahun 1997 yang menjelaskan tentang visi tercintanya tatanan dunia yang didominasi oleh Amerika dan sekutunya. Upaya yang dilakukan tidak hanya dengan cara diplomasi, melainkan  menggunakan kekuatan militer. Untuk memerangi Islam secara langsung dan frontal  jelas sangat tidak mungkin, oleh karena itu disebarkannya isu terorisme yang mengancam perdamaian dunia dan harus dibasmi. Laporan pemikir Neokonservatif ini juga membahas tentang perlakuan yang sama (diperangi seperti Iraq) yang harus didapatkan Iran, Arab, dan Suriah.

b) Mimpi Zionis

Gerakan Zionis memiliki rencana besar, tidak hanya mengganti kekuasaan Saddam, tetapi juga negara lainnya seperti Arab, Suriah, Iran, dan Mesir. Mereka juga memaparkan strategi yang bertujuan untuk menciptakan seluruh Timur Tengah sebagai  tanah kehidupan bagi Israel.

c) Konspirasi Neokonservatif

Neokonservatif yang terdiri dari Gerakan Zionis menggulingkan pemerintahan yang sah dan menggantinya dengan pemerintahan boneka, kecuali jika mereka menerima dan menghormati kepentingan AS dan Israel. Menteri Pariwisata Israel – Ellon – menyetujui tindakan keras terhadap perlawanan Palestina, termasuk pembunuhan terhadap perempuan, orang tua, dan anak-anak Palestina.

d) Serangan ke Iraq

Iraq, Saudi, dan Iran menguasai lebih dari separuh cadangan minyak dunia. Itu juga alasan kenapa AS menginvasi Iraq, yaitu untuk menguasai negara-negara penghasil minyak.

BAB IV

EVALUASI BUKU

Buku ini ditulis dengan sangat jelas mulai dari latar belakang invasi AS ke Iraq hingga isu-isu terkini tentang kebohongan yang terjadi. Dengan alur maju yang sangat jelas dan informatif,  Penulis berhasil memberikan kesan yang baik kepada pembaca. Meskipun buku ini adalah buku lanjutan dari buku pertamanya “ Dibalik Invasi AS ke Iraq ”, tanpa membaca buku pertamanya pun kita langsung bisa memahami runtut peristiwa yang disampaikan.

Penulis mencapai tujuannya dalam penyampaian informasi ini dengan memberikan rincian yang sistematis mulai dari rencana pembuatan dokumen yang melatarbelakangi invasi ke Iraq hingga terungkapnya kebohongan dan kelicikan AS dan Inggris.

Ada hal-hal yang penting yang telah disampaikan penulis dalam buku ini, yaitu:

  1. Kematian  saksi – Kelly – yang mengetahui rekayasa dokumen Badan Intelijen dalam menginvasi Iraq. Keteguhan moralitasnya menjadi pelajaran penting bagi negara-negara besar untuk tidak menilai seorang ilmuwan hanya dengan uang semata. Kelly telah membuktikan bahwa persoalan moral lebih diatas segalanya, termasuk hasrat besar untuk menjajah bangsa lain. Juga pelajaran penting bagi pembaca bahwa suara hati kadang berkata benar dan jika kita memiliki keseimbangan antara IQ, EQ, dan SQ maka yang ada adalah manusia baik berhati emas. Dia tidak akan melakukan pekerjaan demi uang, kedudukan, atau kesenangan sesaat. Tetapi dia akan memerjuangkan kebenaran yang ada meskipun sebagai konsekuensinya adalah politik kotor yang akan menimpa dirinya.
  2. Terkuaknya 23 kebohongan – kebohongan yang telah dilakukan Presiden Bush dan PM Tony Blair dalam membuat dokumen palsu. Penulis menjelaskan alasan-alasan itu dengan rinci yang diambil dari berbagai sumber mulai dari televisi, media cetak, dan penelitian di lapangan. Hal itu merupakan hal yang tidak sesuai dengan etika dalam sebuah peperangan bahwa suatu peperangan itu dapat dilakukan kalau keadaan negara terancam oleh bangsa lain atau bangsa lain melakukan tindakan penindasan terhadap hak asasi manusia. Sementara itu, AS dan Iggris melakukan invasi ke Iraq tanpa alasan yang logis, di tambah lagi mereka melakukannya dengan dasar dokumen yang direkayasa.
  3. Informasi tentang Menteri Pariwisata Israel – Ellon – yang mendukung adanya peperangan di Palestina dengan tindakan kekerasan terhadap wanita, orangtua, anak-anak, dan juga bayi yang tidak bersalah. Sungguh hal ini tidak dibenarkan dalam etika. Tetapi kenapa dunia tidak tergerak dalam hal ini padahal sudah jelas bahwa rakyat Palestina memiliki hak untuk hidup damai dalam negaranya dan Israel telah merebutnya dan mengusiknya bahkan membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Bukankah Israel adalah teroris yang ingin mencaplok bangsa lain? Apakah etika yang selama ini memiliki sifat absolute dan universal sudah kehilangan kedudukannya? Seharusnya dunia memperhatikan masalah ini dan mengecam tindakan Israel terhadap bangsa Palestina.

Pengalaman pribadi yang berhubungan dengan masalah :

  • Saat Guru Kimia di SMA saya – Pak Soelistiono – menunjuk saya sebagai asistennya, beliau menyuruh saya membuat soal ulangan harian, memberikan pengawasan ketika ujian berlangsung, dan memberikan penilaian terhadap ulangan itu. Teman-teman saya meminta saya membocorkan soal ulangan itu dan tidak melaporkan kepada Pak Soelis kalau saat ujian mereka curang. Saya menuruti suara hati saya untuk tidak membocorkan soal ujian dan akan melaporkan segala kecurangan yang ada meskipun dia adalah sahabat dekat saya. Dengan segala konsekuensi dijauhi teman-teman saya, saya memiliki keteguhan seperti David Kelly bahwa keteguhan moralitas itu sangat penting dan melaksanakan amanah adalah perbuatan yang sesuai dengan etika.

Hal yang saya sukai dalam buku ini :

Penjelasan tentang bukti-bukti kebohongan dokumen yang menjadi dasar invasi ke Iraq disampaikan dengan begitu rinci dan sistematis dan cara penulis mengaitkan masalah ini dengan etika yang ada dituturkan dengan ringan dan jelas.

Pengungkapan dan penyelidikan tentang kematian David Kelly yang mengetahui kebohongan dan rekayasa dokumen itu sangat jelas dan membuka hati saya bahwa kebenaran harus ditegakkan. Hubungannya dengan moral seseorang sangat menyentuh hati.

Hal yang tidak saya sukai dalam buku ini :

Kurangnya pengungkapan kebohongan-kebohongan AS yang lain padahal pada awal buku dijelaskan akan diungkap 30 kebohongan, tetapi yang diungkap hanya 23 kebohongan. Seharusnya setiap poin bukti-bukti yang dipaparkan harus dibuktikan dengan mengambil dari berbagai sumber, tetapi adakalanya Penulis hanya mengungkapkan pendapatnya saja. Menurut saya, seharusnya Penulis tidak memberikan pemikiran yang konstruksif saja, tetapi memberikan pikiran yang deskonstruksif.

Bahasa yang dipakai adakalanya campur aduk, dengan kata lain menggunakan bahasa daerah. Ini menyulitkan pembaca jika kita tidak mengerti bahasa dari daerah itu.

Pesan buku BERBOHONG DEMI PERANG:

Tegakkanlah kebenaran meskipun harus dengan mempertaruhkan nyawamu, karena perjuangan yang engkau lakukan untuk mencapai suatu kebenaran tidak akan pernah sia-sia.

Keteguhan moralitas sangat dibutuhkan oleh setiap manusia di bumi ini agar tercipta suatu perdamaian dan saling menghormati hak asasi masing-masing.

Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sepandai-pandainya Amerika menutupi kebusukan dan kelicikan pasti akan terungkap juga. Oleh karena itu, janganlah memiliki niat buruk terhadap kedamaian orang lain karena suatu saat aka nada balasannya.

BAB V

PENUTUP

5.1 Issue – Issue

  • Pernyataan Menteri Pariwisata Israel – Ellon – yang mengatakan persetujuan tentang perlakuan kekerasan pada wanita, anak-anak, dan orangtua pada peperangan melawan Palestina.

ü  Saya tidak setuju karena dilihat dari segi manapun, baik segi politik, sosial, etika, maupun agama tidak membenarkan adanya kekerasan seperti itu dalam suatu peperangan. Harusnya PBB dapat mengkritisi tentang kejadian ini dan mengembalikan masalah ini pada moral dan etika. Tidak ada bangsa yang membenarkan perlakuan seperti itu. Tidak ada teori pula yang menuliskan bahwa hal itu diperbolehkan, namun kenapa dunia hanya diam saja? Kelihatannya Moral dan Etika sudah kehilangan kedudukannya yang absolute dan universal, tetapi menurut saya Moral dan Etika tetap absolute dan Universal. Hanya saja manusia lah yang tidak menjalankan hal yang sesuai dengan moral. Mereka sudah terjangkiti penyakit “ingin menguasai bangsa yang bukan miliknya”. Rakyat Palestina  memiliki hak asasi untuk hidup merdeka di negaranya sendiri. Hak-hak itu sangat penting demi keutuhan manusia.

  • Kebohongan Bush – Blair yang mulai terkuak

ü  Etika adalah suatu ajaran tentang hal yang benar dan salah dan memiliki sifat  yang absolute dan universal, maka ketika kebohongan Bush – Blair sudah terkuak kenapa PBB tidak mengadili mereka. Padahal sudah jelas bahwa penjahat perang yang sebenarnya adalah Amerika. Teroris yang nyata dalah Amerika. Disinilah letak kelemahan manusia, jika sudah haus akan kekuasaan mencaplok bangsa lain, moral dan etika tidak berguna lagi. Bush – Blair mengatakan bahwa teroris adalah orang yang ingin merusak kedamaian bangsa lain. Bukankah AS dan Inggris telah melakukan kebohongan dan mencaplok Iraq? Kenapa mereka tidak menyebut diri mereka sebagai teroris? Mengapa malah agama Islam yang disalahkan? Padahal dalam agama Islam ( dan seluruh agama di dunia ) tidak pernah mengajarkan untuk mengganggu kedamaian orang lain, jadi seharusnya mereka tidak menggunakan urusan agama dalam hal ini, karena yang salah adalah manusia itu sendiri, bukan agama. Jika AS menyatakan bahwa dia melakukan menurut hak perlawanan “tindakan kasar bertentangan dengan keadilan, terutama berhadapan denganpelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia”, tetapi perlu diperhatikan disini, bahwa hak perlawanan tidak sama dengan anarkisme. Anarkisme menolak eksistensi kekuasaan negara, Hak perlawanan justru mengakui perlu adanya tatanan hokum dan kekuasaan yang menjamin keberlakuannya. Perlawanan dibenarkan dalam keadaan ekstrim dimana kekuasaan negara mendukung tindakan ketidakadilan. Hak perlawanan dibenarkan secara etika jika:

1. Tindakan-tindakan penguasa secara kasar bertentangan dengan keadilan

2. Semua sarana dan jalan hukum untuk menentang ketidakadilan itu sudah dicoba dan tidak berhasil, termasuk protes-protes politis.

  • Kematian Kelly yang penuh tanda Tanya

ü  Ketika seseorang memiliki keteguhan moral, dia malah harus tewas mengenaskan. Ini berarti bahwa lemahnya moralitas dan tanggung jawab manusia di bumi. Orang yang berada di jalan yang benar malah mereka bunuh. Memang, ungkapan-ungkapan kepedulian etis yang teroganisir malah tidak mungkin tanpa dilatarbelakangi oleh kesadaran moral yang universal.

Rekomendasi :

Buku ini patut direkomendasikan kepada wartawan, pelaku politik, mahasiswa/pelajar yang menyukai dunia politik, ulama agama, dan pejabat negara yang ingin mengetahui tentang detail perang Iraq sebagai bahan rujukan atau wadah informasi seputar skandal-skandal yang ada dalam perang Iraq.

BAB V

PENUTUP

Habis sudah legitimasi Amerika Serikat dan Inggris dalam menginvasi Irak. Sejumlah alasan yang jauh-jauh hari menjadi dasar invasi tersebut, satu per satu terbongkar kekeliruannya. Tim Inspeksi Senjata bentukan PBB tidak menemukan bukti-bukti atas tuduhan kedua negara besar tersebut.

Dalam hal ini, Etika menjadi refleksi etis sekitar persoalan kemanusiaan. Etika menjelaskan kompleksitas masalah-masalah moral. Setiap manusia pasti mempunyai keputusan moral dan tindakan. Keputusan tersebut harus didasarkan pada pertimbangan hati nurani yang merupakan faktor penentu kualitas kemanusiaan.

Dalam sebuah peperangan yang tidak dilandasi bukti yang kuat atau malah dengan sengaja direkayasa, tentu dalam segi moral tidak dibenarkan karena moralitas berhubungan dengan kewajiban susila. Jika seseorang itu memiliki budi pekerti yang baik maka kelakuan seseorang yang  menjadi sifat mendarah dagingnya itu juga baik, sehingga moralitasnya juga baik. Sasaran moral adalah keselarasan dari perbuatan manusia dengan aturan-aturan mengenai perbuatan manusia itu sendiri.

Sistem penilaian suatu perbuatan memiliki tingkat-tingkatan tertentu, yaitu

  1. Tingkat pertama : semua masih bersifat rencana
  2. Tingkat kedua : berupa perbuatan nyata (pekerti)
  3. Tingkat ketiga : akibat dari perbuatan itu dapat dinilai baik/buruk.

Rekomendasi :

Buku ini patut direkomendasikan kepada wartawan, pelaku politik, mahasiswa/pelajar yang menyukai dunia politik, ulama agama, dan pejabat negara yang ingin mengetahui tentang detail perang Iraq sebagai bahan rujukan atau wadah informasi seputar skandal-skandal yang ada dalam perang Iraq.

BAB VI

DAFTAR PUSTAKA

Suseno Mangis Franz.1988. Etika Politik. JAKARTA:PT Gramedia

Suseno Mangis Franz.2000. Kuasa dan Moral. JAKARTA:PT Gramedia

Bertens,K. 2002.Etika.JAKARTA:PT Gramedia Pustaka Utama

Nathanson, Stephen. TERORISM and THE ETHIC OF WAR. Just War Theory.

 

2 Responses

  1. Evaa….lanjutkan.Keep writing.

    Klo ada waktu unjung2 ke blogku ya
    http://ayuwulandr01.blogspot.com

    makasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: